pesawat all nippon airways ke jepang

Updateterbaru.com – Sekilas mirip dengan kebiasaan masyarakat Indonesia, di Jepang dikenal istilah ‘omiyage’, yakni tradisi memberikan suvenir kecil setelah pulang dari perjalanan panjang ke luar kota, atau bahkan luar negeri.

Sebuah omiyage tradisional di Jepang biasanya merupakan makanan lokal, atau secara khusus berbeda dari setiap daerah yang dikunjungi. Suvenir ini tidak hanya bertujuan sebagai oleh-oleh bagi keluarga atau teman dekat, melainkan juga bentuk penghargaan kepada rekan kerja karena telah mengambil beban kerja saat kamu pergi ke luar kota.

Karena budaya pemberian hadiah omiyage begitu dipatuhi oleh masyarakat Negeri Matahari Terbit, berbagai daerah di Jepang telah mulai memasarkan makanan khusus dan pencuci mulut mereka untuk mempermudah wisatawan menjangkaunya. Biasanya omayage dibuat dengan bahan-bahan lokal dan teknik memasak tradisional, seperti di antaranya yang terangkum dalam tujuh varian pilihan di bawah ini.

Namun, sebelum kamu benar-benar membeli omayage, tentu dibutuhkan persiapan perjalanan yang matang ke Jepang, tidak terkecuali tiket pesawat. Untuk layanan prima dalam durasi terbang lebih dari lima jam ke Ngeri Sakura, All Nippon Airways (ANA) adalah pilihan terbaik, di mana profesionalitas dan kesempurnaan adalah motto utamanya, membuat siapapun terkesan dibuatnya,

Dan untuk mendapatkan tiket pesawat ANA dengan harga bersaing, aplikasi Traveloka adalah pilihan terbaik. Di sini, kamu juga bisa mendapat beragam manfaat positif lainnya, seperti potongan harga, akses bayar cepat dengan fitur TravelokaPay, hingga tawaran kombinasi nilai kompetitif untuk pembelian paket tiket dan hotel.

  1. Yatsuhashi (Kyoto)

yatsunashi

Tidak akan lengkap rasanya jika kamu melewatkan yatsuhashi saat berkunjung ke Kyoto. Ini adalah sebuah kudapan manis tradisional yang telah dinikmati di daerah tersebut sejak abad ke-17, menjadikannya salah satu omiyage Jepang yang paling populer di seantero Jepang.

Ada dua jenis yatsuhashi yang bisa dipilih, yakni yatsuhashi senbei atau kerupuk beras panggang tipis yang dibumbui kayu manis, dan nama yatsuhashi atau versi belum dipanggang yang mulai sejak 1960-an.

Nama yatsuhashi sendiri berasal dari visualnya yang berbentuk segitiga, dan diisi dengan sedikit pasta azuki (kacang merah) manis. Adonan bisa dibumbui dengan kayu manis seperti yatsuhashi senbei atau dengan matcha, strawberry, dan rasa lainnya.

  1. Momoji-manju (Hiroshima)

Momiji-manju adalah jenis wagashi, atau kudapan manis tradisional Jepang, yang aslinya berasal dari Prefektur Hiroshima. Selama era Meiji, kudapan ini diciptakan sebagai pencuci mulut di ryokan –semacam hostel untuk tempat singgah pengembara– sebelum kemudian dijual sebagai omayage.

Momiji-manju dibuat dari daun maple yang dicelup adonan bercampur manisnya pasta kacang merah, kemudian digoreng sebentar untuk mendapat tekstur permukaan renyah. Adapun nama kudapan ini sendiri berasal dari Momijidani (Lembah Pohon Maple) di Hiroshima, tempat kudapan itu pertama kali dijual.

  1. Mentaiko (Fukuoka)

Mentaiko adalah telur ikan (roe) pollock yang dibumbui asin pedas, dan berasal dari Prefektur Fukuoka di Pulau Kyushu. Mentaiko pertama kali dikenalkan ke  masyarakat Fukuoka melalui kedatangan pedagng dari Busan, kota pelabuhan di Korea Selatan, setelah Perang Dunia II, di mana kemudian racikan ini diadaptasi sesuai selera Jepang.

Kudapan biasanya dinikmati dengan sedikit sake atau dicampur dengan hidangan lain seperti nabe (hot pot) atau bahkan sebagai topping pasta.

  1. Cheese Tart (Sapporo)

Di utara Jepang terletak Prefektur Hokkaido, daerah yang paling terkenal karena kelezatan produk susunya. Salah satu olahan susu terbaik yang bisa kamu temui di wilayah ini adalah Cheese Tart, di mana kini popularitasnya bahkan telah mendunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Ada tiga jenis keju yang biasanya digunakan untuk mengisi ceruk pastry renyah, dan semuanya adlaah produksi lokal. Seperti semua makanan enak, cita rasa maksimal Cheese Tart akan terasa ketika disantap sesaat setelah selesai dipanggang.

Meski begitu, penyimpanan suhu ruang yang baik juga masih memberikan kualitas rasa terbaiknya, namun tidak jika terlalu lama dimasukkan ke lemari pendingin.

  1. Chinsuko (Okinawa)

Chinsuko

Terletak di barat daya pulau utama Honshu, membentang kepulauan Okinawa. Terpisah dari Jepang dan sangat dipengaruhi oleh kehadiran tentara Amerika Serikat, kepulauan Okinawa memiliki budaya yang cukup unik.

Jika kamu memiliki kesempatan untuk mengunjungi pulau-pulaunya, pastikan untuk mengambil beberapa chinsuko, sejenis kue shortbread asin yang dibuat dengan tepung dan lemak babi.

Rasa yang paling umum terasa adalah garam, tetapi ada sejumlah rasa lainnya termasuk mangga, ubi jalar, nanas, dan jeruk shikuwasa.

  1. Teh Hijau (Shizuoka)

Meskipun teh hijau populer di seluruh Jepang, namun kamu dapat menemukan kualitas terbaiknya di Prefektur Shizuoka, di kaki bukit Alpen Selatan. Budidaya teh hijau pertama kali dimulai di wilayah ini pada abad ke-13.

Komoditi unggulan tersebut diperkenalkan ke daerah itu oleh seorang bhikkhu lokal yang membawa teh kembali dari China. Sejak itu, teh hijau menjadi minuman yang sangat populer di seluruh Jepang dan sebagian besar tumbuh di Prefektur Shizuoka.

Lebih dari 40 persen dari teh hijau Jepang ditanam di wilayah ini. Ini adalah barang yang harus dibeli ketika mencari suvenir dari daerah tersebut.

  1. Hatcho Miso (Nagoya)

Jika kiamu pernah berkunjung ke Nagoya di Prefektur Aichi, kamu akan tahu bahwa wilayah itu cukup terkenal karena misonya yang lezat. Miso adalah bumbu tradisional Jepang yang dibuat dari fermentasi kedelai dengan cetakan koji dan garam.

Jenis miso yang paling populer di Nagoya adalah hatcho miso, atau miso merah yang dibuat hanya dengan kacang kedelai dan tanpa biji-bijian. Karena miso ini memiliki rasa cukup kaya dan kuat, maka sering digunakan sebagai saus untuk hidangan seperti tonkatsu, atau potongan daging babi panggang, yang juga sangat khas di Shizouka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here