George Floyd
Kronologi Kematian George Floyd jadi Bentuk Rasisme di AS

Updateterbaru.com, Tentu kita tidak lupa dengan kasus kematian George Floyd di kota Amerika Serikat. Kasus tersebut membangkitkan krisis berupa aksi unjuk rasa di ratusan kota AS. Publik marah setelah video viral, yang memperlihatkan momen ketika leher Floyd ditindih oleh Chauvin selama hampir sembilan menit.

Karena aksinya Chauvin tidak hanya dipecat dari Kepolisian Minneapolis, namun juga ditangkap pada 29 Mei 2020 lalu. Saat ini, dia dijerat dengan tiga pasal, yakni pembunuhan tingkat tiga, pembunuhan tingkat dua, dan pembunuhan tak berencana tingkat dua. Selain Chauvin, ketiga rekannya, Thomas Lane, Tou Thao, dan J Alexander Kueng dijerat bersekongkol yang berujung pada pembunuhan Floyd.

Awal mula kejadian saat Floyd membeli sebuah rokok di mini market. Kemudian pegawai mini market tersebut meminta Floyd mengembalikan rokoknya karena uang yang diberika palsu. Dengan kondisi mabuk, Floyd menolak hal itu dan pergi ke mobil. Pegawai mini market pun menelpon 911 untuk meminta bantuan.

Saat polisi tiba seorang petugas Thomas Lane berbicara dengan Floyd di kursi kemudi, dan langsung mengacungkan pistolnya hingga dia melihat tangan di setir. Lane lalu “menarik” Floyd keluar. Dalam laporan, dia disebutkan “menolak untuk diborgol” sebelum akhirnya menjadi patuh. Floyd sama sekali tidak memberikan perlawanan kepada petugas, seperti yang diklaim selama ini.

Seorang polisi menakan area sekitar kepala dan leher Floyd dengan lututnya dengan waktu cukup lama. Tanpa memberikan perlawanan apapun, Floyd hanya mencoba merintih bahwa dirinya tidak bisa bernafas. Dia berulang kali mengatakan “tolong” dan “mama”. Meski begitu, lutut Chauvin tetap berada di leher Floyd, dengan rekannya yang lain sama sekali tidak mengubah posisi mereka.

Setelah kemudian mereka khawatir jika Floyd mengalami excited delirium, yaitu kondisi ditandai tekanan akut, agitasi, hingga kematian mendadak, berdasarkan studi 2011. Chauvin kemudian merespons kekhawatiran rekannya itu dengan mengatakan karena itulah, mereka harus tetap menempatkannya di bagian perut. Hingga kemudian didapati Floyd sama sekali tak bergerak, tak bernapas atau bicara. Setelah diperiksa denyut nadi Floyd tidak lagi ditemukan.

Tewasnya George Floyd di tangan Derek Chauvin memunculkan kecaman dan kemarahan yang dikaitkan dengan kebrutalan penegak hukum terhadap ras kulit hitam di Amerika. Akibatnya demonstrasi pun mulai terjadi pada 350 kota di Amerika Serikat, dengan 23 negara bagian harus mengerahkan Garda Nasional guna meredamnya.

Pekerja medis, pendemo, hingga tenaga medis mendapat kekerasan dari kepolisian, dengan ada juga penegak hukum yang bergabung bersama pengunjuk rasa. Presiden Amerika Serikat pada saat itu, Donald Trump merespon dengan meminta para gubernur untuk mengambil pendekatan lebih keras dalam meredam aksi unjuk rasa. Dia juga mengancam akan memobilisasi militer untuk memukul mundur pendemo, yang disikapi dengan kecaman hingga ejekan dari netien.

Keempat petugas kepolisian yang tersangkut kasus tersebut dipecat satu hari setelah kematian Floyd. Derek Chauvin, mantan petugas polisi Minneapolis yang berusia 44 tahun itu, akan diadili pada Maret 2021 bersama dengan tiga mantan petugas polisi lainnya. Kematian pria Afrika-Amerika ini telah memicu gerakan anti-rasisme terbesar sejak 1960-an. Tiga lainnya, Thomas Lane, Alexander Kueng dan Tuo Thao didakwa membantu dan bersekongkol dengan pembunuhan dan pembunuhan tingkat dua.

Kematian Floyd pada 25 Mei lalu menjadi simbol rasisme sistemik dan pelecehan terhadap orang Afrika-Amerika oleh polisi. Peristiwa ini kemudian memicu protes di seluruh negeri di bawah panji ‘Black Lives Matter’. Jaksa menyebut kematian itu terjadi setelah Floyd ditahan karena diduga menggunakan uang palsu UDS 20, adalah “Keji, brutal dan tidak manusiawi,”

Keempat terdakwa mengatakan keputusan untuk menahan Floyd cukup dibenarkan dan juga mengutip bukti koroner bahwa obat-obatan yang ditemukan dalam tubuh Floyd sebagai penyebab kematian. Namun sungguh disayangkan Derek Chauvin, yang dituduh membunuh pria Afrika-Amerika, George Floyd dibebaskan dari penjara Minnesota. Chauvin dibebaskan dengan jaminan USD 1 Juta atau sekitar Rp 14 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here