wakaf
wakaf

Updateterbaru.com, Guna meningkatkan pertumbuhan perekonomian syariah di Indonesia, pemerintah Indonesia melalui Bank Indonesia membahas soal kerja sama untuk mengembangkan prinsip-prinsip ekonomi syariah khususnya wakaf bersama dengan Islamic Development Bank (IDB). Masalah ini diungkapkan pada pertemuan tahunan IMF-World Bank.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan, kerja sama ini adalah lanjutan dari kerja sama sebelumnya yang menerbitkan prinsip-prinsip dalam pengembangan ekonomi syariah khususnya mengenai zakat.

Dalam sambutan di acara Mainstreaming Islamic Finance into Global Initiatives yang merupakan salah satu acara pada pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali, Perry menyatakan bahwa Indonesia senang untuk memberikan informasi jika pengembangan prinsip inti wakaf telah diselaikan, serta mengikuti keberhasilan Prinsip Inti Zakat yang telah disusun sebelumnya.

Bank Indonesia besama dengan IDB dan Badan Amil Zakat sebelumnya juga telah bekerja sama untuk berinisiatif menyusun Prinsip Inti Zakat di tahun 2014. Prinsip-prinsip itu kemudian diluncurkan dalam World Humanitarian Summit di bulan Mei 2016.

Terdapat enam prinsip-prinsip untuk wakaf yang diluncurkan. Fungsinya adalah sebagai referensi utama untuk elaborasi lebih lanjut soal peraturan Zakar di lebih dari 14 negara. Enam bidang dasar yang akan dikembangkan mencakup peraturan hukum, tata kelola yang baik, manajemen risiko, pengawasan, dan intergritas keuangan.

Upaya menciptakan kesejahteraan serta memerangi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi tidak bisa lagi hanya dengan mengandalkan instrumen ekonomi konvensional. Kondisi seperti ini dikatakan Perry perlu adanya instrumen lain dalam pengembangan ekonomi di suatu negara.

Saat ini pemanfaatan ekonomi dan instrumen syariah bisa membantu pertumbuhan inklusifitas  ekonomi Indonesia. Hal ini karena prinsip keuangan Islam sangat cocok dengan aktivitas Sustainable Developments Goals dan inklusi keuangan, serta pengembangan terhadap usaha kecil dan menengah.

Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan menyatakan instrumen keuangan syariah di Indonesia telah menjadi bagian penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi domestik. Ia juga mencontohkan surat berharga syarian negara retail atau sukuk misalnya saat ini menjadi intrumen penting dalam pemerintahan.

Menurut penilaiannya, integrasi instrumen sukuk dan wakaf adalah inovasi yang menarik dalam keuangan syariah. Sukuk ini berpotensi sebagai instrumen untuk memobilisasi dana, sedangkan wakaf memiliki kapasitas untuk mendapatkan pemasukan atau income dan aktifitas keuangan yang produktif.

Presiden Jokowi meresmikan Bank Wakaf Mikro An Nawawi Tanara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga ikut mendukung adanya ekonomi syariah dengan meresmikan Bank Wakaf Mikro. Pada 2018 Jokowi meresmikan tiga Bank Wakaf Mikto yang berada di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Bank Wakaf Mikro di Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, dan di Pondok Pesantren Tebuireng.

Dalam peresmiannya Jokowi mengungkapkan alasannya mendirikan Bank Wakaf Mikro di lingkungan dan bekerja sama dengan pondok pesantren. Menurutnya, pemerintah ingin mengembangkan ekonomi umat. Hal ini karena kerap kali ditemui masalah dalam pelaku UKM, yaitu sulitnya mendapatkan akses permodalan.

Jokowi juga menjelaskan, mengapa pelaku UKM sulit mengakses permodalan karena rata-rata bank konvensional pasti meminta angunan, jaminan, dan administrasi. Hal ini tentunya mempersulit pelaku usaha kecil.

Program Bank Wakaf Mikro ini baru dimulai di tahun 2017, namun kendati demikian hingga 2019 pertumbuhannya begitu pesat karena sudah direaslisasikan di puluhan pondok pesantren.  Jokowi pun juga akan memastikan untuk melakukan evaluasi kinerja Bank Wakaf Mikro. Misalnya, apakah nasabah yang dipilih telah diseleksi dengan baik atau belum, atau adakah nasabah yang menunggak atau tidak.

“Nanti kita akan lihat setiap tahunnya. Kalau sudah benar baru dikembangkan di pondok-pondok pesantren yang ada di seluruh Tanah Air. Itu kenapa Bank Wakaf Mikro kita dirikan,” tambah Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here